Workshop Finalisasi RENJA dan RENSTRA Forum DAS Krueng Peusangan (FDKP) Tahun 2025-2030 Untuk pelestarian DAS Peusangan yang berkelanjutan

Bupati Aceh Tengah dan Wakil bupati Bireuen menyampaikan bahwa keberadaan Danau Lut Tawar dan DAS Kreung Peusangan merupakan sumber air bagi penduduk yang berdomisili di 5 kabupaten terutama Aceh Tengah, Bener Meriah dan Kabupaten Bireuen walaupun hulunya ada di Lut Tawar Aceh Tengah. Baik Bupati maupun wakil bupati yang berhadir berharap kepada FDKP dan anggotanya agar terus eksis dan meningkatkan kerjasama dengan para pihak. Untuk penjagaan danau Lut Tawar dari aktivitas merusak lingkungan, Bupati mewacanakan untuk membentuk sejenis SATGAS yang bertugas melakukan patroli untuk menjaga dan melindungi danau Lut Tawar dari aktivitas yang merusak lingkungan danau agar tetap lestari. Bupati dan Wakil Bupati juga mengharapkan dukungan dari para kader lingkungan yang berhadir agar terus berkomitmen dan bersinergi dalam pelestarian DAS Peusangan.

Pada pembukaan acara, Bupati Aceh menyampaikan kondisi danau Laut Tawar sebagai sumber iar bagi masyarakat dan juga menyampaikan bentuk tindakan nyata pemerintah Aceh Tengah dalam pelesarian Lut Tawar. Bahwa danau laut tawar harus dijaga dan dibebaskan dari sampah dan kegiatan lain yang merusak atau menyebabkan pendangkalan, Kondisi danau terus mengalami pendangkalan dan luasnya yang terus menyusut akibat adanya aktivitas penimbunan pinggir pantai oleh pengelola tempat rekreasi, pendangkalan akibat sendimen dan juga akibat adanya keramba bekas yang tidak bersihkan. Dulu danau Lut Tawar kedalamannya mencapai 180 meter dan saat ini hanya tersisa sekitar 80 meter. Diperkirakan setiap tahun terjadi pendangkalan sekitar 2 meter. Jika tidak diambil tindakan cepat dikhawatirkan kedalaman danau akan terus menyusut yang sangat berpengaruh terhadap kemampuan menyimpan air. Alhamdulillah terkait keramba bekas masyarakat sudah banyak yang dibongkar dan penggunaan jaring tangkap sudah disesuaikan agar ikan endemik disini depik tetap terjaga, bahkan mulai bulan Juli tahun 2025 ini akan mulai dari sungai antara danau laut tawar ke desa Tangsare akan dibangun jogging track kanan kiri dan lokasi arung jeram. Bupati Aceh Tengah merasa bangga atas kehadiran Forum DAS dan beberapa dari Bireuen serta semua yang berhadir dalam upaya penyelamatan DAS Peusangan.

Selanjutnya, Bapak Razuardi selaku salah satu pendiri FDKP dan juga wakil Bupati Bireuen saat ini menyampaikan bahwa danau Laut Tawar menjadi modal di DAS Peusangan, oleh karenanya perlu mendapat dukungan dari kita semua dan hari ini sudah kelihatan bahwa semangat untuk pelestarian DAS Peusangan sangat besar gaungnya, ikan endemik, gajah dan biota lainnya perlu diselematkan. DAS Peusangan memiliki luas 2800 KM2 dan panjang sungai mengaliri 3 Kabupaten ini sepanjang 134 KM dan ini menjadi tanggungjawab kita semua, Masyarakat, Pemerintah Daerah, Dunia usaha. Secara khusus, Bapak Razuadi mengapresiasi tindakan Bupati Aceh Tengah dalam pelestarian danau lut tawar.

Workshop FDKP dibuka oleh Bupati Aceh Tengah dan dihadiri oleh Wakil Bupati Bireuen, Sekda Aceh Tengah, Forum Koordinasi Pengelolaan DAS, KPH II Aceh, Polisi Hutan, Perwakilan Komisi IV DPRRI, Ketua Forum Mukim Provinsi Aceh, WWF Indonesia, Perta Arun GAS, Aceh Green Conservation, Bappeda Lhokseumawe, YLI, LSM Sahara, Perwakilan Pemerintah Bener Meriah dan puluhan lembaga anggota Forum DAS Krueng Peusangan yang berasal dari Aceh Tengah, Kabupaten Bireuen, Kabupaten Aceh Utara, Kabupaten Bener Meriah dan Kota Lhokseumawe.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here