Gampong Binaan Yayasan AGC

YAYASAN AGC – Gampong Blang Asan, Kecamatan Peusangan, Bireuen merupakan salah satu desa binaan Yayasan AGC sejak tahun 2020 di bidang pemberdayaan masyarakat, sektor pengelolaan sampah.

Gampong ini merupakan pilot project Pengelolaan Sampah Terintegrasi (PST) yang digagas Yayasan AGC bersama Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Bireuen pada pertengan tahun 2020 lalu.

Setelah menjalankan konsep PST sekitar satu tahun dengan menggunakan Motor Roda Tiga, hibah dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Republik Indonesia melalui Dinas LHK, Blang Asan pun melaunching Bank Sampah Asri pada Jum’at 18 Desember 2021 sore di Lapangan Blang Asan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Bireuen, Drs. Murdani melalui Kepala Bidang Peningkatan Kapasitas, Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup, Safrizal, ST dalam sambutannya mengaku, Bank Sampah Asri Blang Asan merupakan Bank Sampah perdana di Kabupaten Bireuen.

“Alhamdulillah, sore ini kita bisa sama-sama menyaksikan Lauching Bank Sampah perdana di Gampong Blang Asan,” sebut Safrizal.

Safrizal berharap, kehadiran Bank Sampah Asri ini menjadi dorongan bagi desa lain di Kabupaten Bireuen agar dapat mengelola sampah secara mandiri, sehingga persoalan sampah yang ada dapat diatasi secara bersama-sama.

Sementara itu, Sekretaris Camat Peusangan, Ramzi dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan dukungan atas lahirnya Bank Sampah Asri di Gampong Blang Asan.

“Kami berharap, keberadaan Bank Sampah ini mendapat dukungan dari dinas terkait dan pihak swasta, sehingga Bank Sampah Asri ini dapat beroperasi dan berkelanjutan dalam rangka menyelesaikan persoalan sampah ditingkat desa,” harap Sekcam Ramzi.

Keuchik Gampong Blang Asan, Sugianto pada kesempatan itu mengucapkan terima kasih kepada Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Bireuen, Yayasan AGC dan Forum DAS Krueng Peusangan yang telah berkontribusi dalam rangka menggagas dan melahirkan Bank Sampah Asri di Gampong Blang Asan.

“Blang Asan telah melakukan pengelolaan sampah terintegrasi sejak tahun 2020, dimana sampah rumah tangga dipungut oleh petugas desa dari unit usaha Badan Usaha Milik Gampong (BUMG),” jelas Keuchik Sugianto.

Kata dia, pada awal pelaksanaan program tersebut, terdapat 30 Kepala Keluarga (KK) yang ikut berpartisipasi dan saat ini telah mencapai angka 65 KK.

“Berangkat dari kondisi tersebut, kami bersepakat mendirikan Bank Sampah Asri, sehingga nanti masyarakat dapat menabung sampah dan memperoleh keuntungan secara ekonomi,” ucap Sugianto.

Sekretaris Yayasan AGC, Abdul Halim pada kesempatan itu menyebutkan, Yayasan AGC bersama Dinas LHK Bireuen dan mitra mulai menyusun Konsep Pengelolaan Sampah Terintegrasi (PST) pada awal tahun 2020 lalu.

“Konsep Pengelolaan Sampah Terintegrasi (PST) ini telah dilaunching oleh Bupati Bireuen, Dr. H. Muzakkar A Gani, SH., M.Si pada Rabu 8 Juli 2020 lalu di Pendopo Bupat Bupati Bireuen,” kata Halim, sapaan akrab Abdul Halim.

Kata Halim, Bank Sampah merupakan salah satu strategi pengelolaan sampah yang ditawarkan dalam Konsep PST. Menurut dia, keberadaan Bank Sampah tidak hanya bermanfaat secara lingkungan, namun juga dapat memberikan manfaat dan keuntungan secara ekonomi.

“Blang Asan merupakan salah satu desa dampingan Yayasan AGC dan Dinas LHK Bireuen serta mitra,” sebut Halim.

Halim juga mengucapkan terima kasih kepada PT Pupuk Iskandar Muda, Bank Aceh Syariah Cabang Bireuen dan PDAM Krueng Peusangan yang telah mendukung dan berkontribusi dalam rangka mengimplementasikan konsep Pengelolaan Sampah Terintegrasi (PST) di Kabupaten Bireuen.

“Semoga, upaya pengelolaan sampah secara terintegrasi ini dapat menjawab persoalan sampah di Kabupaten Bireuen, mohon dukungan semua pihak,” harap Halim.[]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here