Yayasan AGC Latih Kelompok Dampingan

YAYASAN AGC – Yayasan AGC melatih kelompok perempuan dampingan Pusat Pengembangan Sumberdaya Wanita (PPSW) Aceh di Gampong Batee Iliek, Kecamatan Samalanga, Bireuen.

Pelatihan yang diberikan Yayasan AGC terkait pengolahan barang bekas menjadi bermanfaat secara ekonomi yang dikemas dalam bentuk workshop yang dilaksanakan pada, Senin 27 Desember 2021 di Meunasah Simpang, Desa Bate Iliek.

Musliadi yang mewakili Yayasan AGC melatih kelompok perempuan di Gampong Batee Iliek tentang proses daur ulang sampah dari tutup botol bekas menjadi bross dan gantungan kunci.

Para ibu-ibu kelompok dampingan PPSW Aceh itu antusias mengikuti proses pembuatan bross dan gantungan kunci dari tutup botol bekas yang dipraktikkan oleh salah seorang pendiri Yayasan AGC itu.

Selain itu, Musliadi juga mengajarkan para ibu-ibu cara membuat pot bunga dari botol air kemasan bekas.

Musliadi juga membawa sejumlah tas yang terbuat dari tutup botol bekas dari berbagai merek.

Sebelum mempraktikan proses daur ulang dari barang bekas, Abdul Halim yang juga dari Yayasan AGC memberikan pemahaman tentang konsep pengelolaan sampah berbasis masyarakat.

“Upaya pengelolaan sampah oleh masyarakat itu dapat dilakukan melalui Bank Sampah dan TPS dengan konsep 3R (Reduce, Reuse dan Recycle),” sebut Halim.

Selain itu, sambung Halim, pemerintah desa juga dapat mengelola sampah dengan menyediakan pelayanan jasa di Badan Usaha Milik Gampong (BUMG), sehingga pengelolaan sampah menjadi sumber Pendapatan Asli Gampong (PAG) dan membuka peluang kerja bagi masyarakat.

Direktur PPSW Aceh, Erlina Juita mengucapkan terima kasih kepada Yayasan AGC yang telah memenuhi undangan pihaknya dalam rangka melatih kelompok perempuan di Gampong Bate Iliek.

“Semoga, kelompok perempuan di Gampong Bate Iliek dapat mengolah barang bekas menjadi sumber ekonomi dan dapat ikut menyelamatkan lingkungan dari pencemaran,” harap Erlina. [ ]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here