KUPS Dampingan AGC Lakukan Pelatihan Ayaman Rotan
KUPS Dampingan AGC Lakukan Pelatihan Ayaman Rotan

Rotan adalah salah satu Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) yang berasal dari tumbuhan, selain getah, bambu, dan buah-buahan. HHBK seperti rotan memiliki nilai ekonomi penting sebagai bahan baku industri seperti kerajinan, mebel, dan kebutuhan sehari-hari, serta memiliki potensi perdagangan baik untuk pasar domestik maupun ekspor. Rotan adalah anggota keluarga Palmae yang merupakan tumbuhan merambat dan dapat tumbuh dengan panjang mencapai puluhan bahkan ratusan meter. Rotan digunakan untuk berbagai keperluan, seperti bahan baku anyaman, tali temali, hingga pembuatan furniture dan kerajinan tangan. Rotan menjadi komoditas penting bagi pertumbuhan ekonomi suatu daerah, terutama karena sifatnya yang sangat berguna dan banyak dibudidayakan, contohnya di beberapa wilayah Kalimantan. Keberadaan rotan dapat mendorong masyarakat untuk melestarikan hutan karena rotan membutuhkan pohon yang tinggi untuk tumbuh.

Senin, 2 November 2025 Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) Mukim Kuta Jeumpa mengadakan kegiatan pelatihan ayaman rotan bagi perempuan di Desa Salah Sirong Jaya Kecamatan Jeumpa Kabupaten Bireuen Provinsi Aceh. Kegiatan yang bertemakan “Dari Rotan Untuk Kemandirian Ekonomi Perempuan Mukim Kuta Jeumpa” yang mendapat dukungan melalui program FOLU NET SINK 2030.

Kegiatan yang berlangsung selama 1 hari ini menghadirkan narasumber Mulyadi, salah satu pengusaha kerajinan rotan yang sudah lama berkecimpung dalam bidang anyaman rotan. Dalam pemaparan materi dan pelatihan beliau mengatakan bahwa pentingnya memanfaatkan hasil hutan yang bisa membantu ketahanan ekonomi keluarga. Dalam penyampaiannya, Mulyadi mengatakan bahwa jenis rotan yang digunakan dalam pelatihan ini adalah “Rotan Lilin” rotan ini dikenal dengan rotan yang memiliki serat yang kuat, bersifat lentur dan tahan lama, serta mudah dibentuk menjadi berbagai produk kerajinan. Keunggulan ini menjadikan Rotan Lilin memiliki nilai ekonomi tinggi jika diolah dengan baik.

Kegiatan ini disambut antusias oleh seratusan peserta. Riska menilai pelatihan ini membuka wawasan baru tentang peluang usaha kerajinan rotan, sekaligus memberikan motivasi untuk memulai usaha kecil yang dapat menopang ekonomi keluarga.

Peserta dilatih untuk membuat produk kerajinan sederhana berupa piring anyaman rotan. Pelatihan ini diharapkan menjadi awal bagi masyarakat, khususnya kaum perempuan supaya memiliki keterampilan yang dapat dikembangkan lebih lanjut guna mendapatkan nilai tambah bagi ekonomi keluarga.

KUPS Dampingan AGC Lakukan Pelatihan Ayaman Rotan
KUPS Dampingan AGC Lakukan Pelatihan Ayaman Rotan

Selain sebagai upaya meningkatkan pendapatan masyarakat melalui usaha alternatif, kegiatan ini juga menjadi wadah pelestarian tradisi dan kearifan lokal dalam pengolahan rotan. Dengan keterampilan yang diperoleh, masyarakat desa diharapkan mampu menghasilkan produk kerajinan yang tidak hanya bernilai jual tinggi, tetapi juga membawa identitas budaya lokal ke pasar yang lebih luas.

“Ayu Sabrina Rahmadani yang merupakan Direktur Konservasi dari Yayasan Aceh Green Conservation mengatakan bahwa program pelatihan semacam ini akan terus digalakkan sebagai salah satu bentuk pendampingan kepada masyarakat desa. Dengan adanya dukungan dan pembinaan berkelanjutan, diharapkan kelompok perempuan di KUPS Mukim Kuta Jeumpa dapat tumbuh menjadi desa yang mandiri secara ekonomi, dengan produk unggulan berbasis potensi lokal”.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here