YAYASAN AGC – Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kabupaten Bireuen menyerahkan Kader Lingkungan Hidup kepada Yayasan Aceh Green Conservation (AGC) untuk dilakukan pembinaan lanjutan, pada Jum’at 3 Desember 2021.
Penyerahan Kader LH itu dilakukan oleh Kepala Dinas LHK Kabupaten Bireuen, Drs. Murdani yang diwakili Kepala Bidang Peningkatan Kapasitas, Pengendalian, Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup, DLHK Bireuen, Safrizal, ST dan diterima oleh Pembina Yayasan AGC, Suhaimi Hamid.
Sebelumnya, Dinas LHK Kabupaten Bireuen telah melaksanakan Pendidikan dan Pelatihan Kader Lingkungan Hidup selama sepuluh hari di Aula Hotel Fajar, Bireuen. Selain belajar di ruangan, para Kader LH juga melaksanakan studi lapangan.
Kepala DLHK Kabupaten Bireuen, Drs Murdani melalui Kepala Bidang Peningkatan Kapasitas, Pengendalian, Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup, Safrizal, ST mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu menyukseskan kegiatan Pendidikan dan Pembinaan Kader Lingkungan Hidup Tahun 2021.
“Alhamdulillah kita telah selesai melaksanakan Pendidikan dan Pelatihan Kader Lingkungan Hidup dengan baik,” ucap Safrizal.
Kata dia, untuk menjaga keharmonisan dan tindak lanjut dari Kader Lingkungan Hidup yang telah dilatih oleh Dinas LHK Kabupaten Bireuen, maka pihaknya menyerahkan kepada Yayasan AGC untuk dilakukan pembinaan lebih lanjut.
“Kami yakin, Yayasan AGC bisa melanjutkan pembinaan para Kader LH dengan melibatkan pada kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan Yayasan AGC,” sebut Safrizal.
Sementara itu, pembina Yayasan AGC, Suhaimi Hamid usai menerima para Kader LH mengaku, pihaknya siap melakukan pembinaan lanjutan bagi para Kader LH yang telah mengikuti Pendidikan dan Pelatihan Dasar.
“Insya Allah, kita siap membina para kader yang baru siap mengikuti pendidikan dasar tentang Lingkungan hidup dengan cara melibatkan dalam setiap event yang dilaksanakan oleh AGC,” sebut Suhaimi Hamid.
Menurut Suhaimi, selama tiga bulan kedepan, para kader LH ini akan dinilai oleh Yayasan AGC, baik disegi partisipasi maupun penguasaan materi tentang lingkungan hidup.
“Nanti kita bisa menilai, siapa yang mampu bertahan dan yang tidak, karena proses seleksi akan berjalan secara alami,” tutup Suhaimi Hamid.[]








